Sunday, July 17, 2011

How to be the best :)

Khalid Ibn El-Waleed narrated the following:

A Bedouin came one day to the prophet and said to him, “O, Messenger of Allah! I’ve come to ask you a few questions about the affairs of this life and the Hereafter.

Ask what you wish.

I’d like to be the most of learned of men.

Fear Allah, and you will be the most learned of men.

I’d like to be the richest man in the world
Be contented, and you will be the richest man in the world.

I’d like to be the most of just men.
Desire for others what you desire for yourself, and you will be the most just of men.

Remember Allah ;)

Remember Allah in prosperity, and He will remember you in adversity.

Yeah!

Don't worry if you're single. God's looking at you right now, saying, "I'm saving this girl for someone special."
I am a Muslim. Without faith I would not have a purpose in life. Allah is my Lord. And Allah is love above all the love I have. No one in my life can exceed my love for Allah.


And may this love be eternal until the end of my time. I was created by Allah, I live for Allah, and only to Allah I will return. I'm willing to lose anything in this World for Allah. Allah is everything to me. Without Him, I would not be able to survive in this life. May faith and Islam always grow in my heart; until I die. Ameen.

Saturday, July 9, 2011

Kiat Khusyu’ dalam Shalat

Ada beberapa kiat khusyu’ dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan tata cara shalat. Di antaranya:



1. Mengenal Allah, Menghadirkan, Mengagungkan dan Takut Kepada-Nya

Orang yang paling khusyu’ dalam shalat adalah orang yang paling bertakwa, sebagaimana firman Allah:
(orang-orang yang khusyu’ yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabb mereka, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 46)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
Sesungguhnya yang takut (bertakwa) kepada Allah hanyalah para ulama.” (QS. Al-Fathir: 28)

Sejarah Singkat Penulisan & Pembukuan Hadits

Pada masa permulaan Al-Qur’an masih diturunkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menulis hadits karena dikhawatirkan akan bercampur baur dengan penulisan Al-Qur’an. Pada masa itu, disamping menyuruh menulis Al-Qur’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyuruh menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Pelarangan penulisan hadits ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Janganlah kamu menulis sesuatu dariku, dan barangsiapa telah menulis sesuatu dariku selain Al-Qur’an hendaklah ia menghapusnya, dan ceritakan dariku, tidak ada keberatan (kamu ceritakan apa yang kamu dengar dariku). Dan barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyediakan tempat duduknya di dalam neraka.” (HR. Muslim)

Inspiring Picture :)



Friday, July 8, 2011

ALWAYS BE HAPPY, ALWAYS WEAR A SMILE, NOT BECAUSE LIFE IS FULL OF REASONS TO SMILE, BUT BECAUSE YOUR SMILE ITSELF IS A REASON FOR OTHERS TO SMILE :)